PT.PRABANGKARANEWS MEDIA GROUP

6/recent/ticker-posts

Diterbitkan Oleh:
PT. Prabangkaranews Media Group
Ham: AHU-0011378.AH.01.01.2020
Daftar Perseroan
AHU-0037226.AH.01.11.2020
NPWP: 94.459.273.2-647.000

Padamu Jua, Karya Amir Hamzah

Oleh: Riska Anggraini

Amir Hamzah merupakan seorang penyair religius Islam angkatan Pujangga Baru. Ia turut mendirikan majalah sastra Pujangga Baru pada tahun 1932. Karyanya diterbitkan dalam dua koleksi yaitu "Nyanyi Sunyi" tahun 1937 dan "Buah Rindu" tahun 1941 dalam Pujangga Baru kemudian diterbitkan sebagai buku yang berisi kumpulan puisi. 

Salah satu karya yang disertakan dalam koleksinya "Nyanyi Sunyi" adalah puisi berjudul Padamu Jua. Ciri-ciri puisi pada angkatan Pujangga Baru, yaitu: 

  1. Puisinya berbentuk baru, bukan pantun dan syair lagi.
  2. Mengekspresikan perasaan. 
  3. Menggunakan pilihan kata yang indah. 
  4. Bentuknya lebih bebas daripada puisi lama. 
  5. Temanya mencakup masalah yang kompleks tidak hanya tentang adat kawin paksa.

 Padamu Jua

 Karya: Amir Hamzah 

Habis kikis 

Segala cintaku hilang terbang 

Pulang kembali aku padamu 

Seperti dahulu 

Kaulah kandil kemerlap 

Pelita jendela di malam gelap 

Melambai pulang perlahan 

Sabar, setia selalu 

Satu kekasihku 

Aku manusia 

Rindu rasa 

Rindu rupa 

Dimana engkau

 Rupa tiada 

Suara sayup

 Hanya kata merangkai hati 

Engkau cemburu 

Engkau ganas 

Mangsa aku dalam cakarmu 

Bertukar tangkap dengan lepas 

Nanar aku, gila sasar 

Sayang berulang padamu jua 

Engkau pelik menarik ingin 

Serupa dara dibalik tirai 

Kasihmu sunyi 

Menunggu seorang diri

 Lalu waktu – bukan giliranku 

Mati hari – bukan kawanku 

 Puisi terdiri dari tujuh bait yang berisi empat baris ini hingga sekarang masih sangat diperhitingkan. Terbit perdana pada November 1937 dengan ciri-ciri yaitu, sangat dipengaruhi agama islam dan adat istiadat Melayu, bertemakan kekecewakan, kerinduan, dan masih difokuskan pada tema-tema keagamaan. Isi dari puisi Padamu Jua yaitu penyair menggambarkan perasaannya dengan jelas. Menggambarkan pergulatan batin kekecewaan akan duniawi dan kerinduan terhadap tuhannya.

Amanat yang terkandung dalam puisi Padamu Jua yaitu: a) kebahagiaan dunia hanyalah sementara, jadi jangan terlalu memikirkan duniawi, b) mendekatlah kepada Tuhan yang selalu memberi kita pertolongan, c)  Jangan berharap selain kepada Tuhan, karena pada akhirnya semua akan kembali kepada kehendak-Nya

Posting Komentar

0 Komentar