PT.PRABANGKARANEWS MEDIA GROUP

6/recent/ticker-posts

Diterbitkan Oleh:
PT. Prabangkaranews Media Group
Ham: AHU-0011378.AH.01.01.2020
Daftar Perseroan
AHU-0037226.AH.01.11.2020
NPWP: 94.459.273.2-647.000

Kerajinan Tangan Untuk Mengembangkan Kemampuan Psikomotorik Anak Usia Sekolah Dasar

Kerajinan Tangan Untuk Mengembangkan Kemampuan Psikomotorik Anak Usia Sekolah Dasar

Widya Putri Pratiwi, Agoes Hendriyanto, Nimas Permata Putri

Email: rafid.musyffa@gmail.com

ABSTRAK

Proses belajar yang terhambat dikarenakan pandemi Covid-19 yang merebak menjadikan anak harus melaksanakan kegiatan belajar dirumah untuk sementara hingga keadaan kembali normal seperti biasa. Namun proses belajar dirumah juga tidak mungkin menjadi kurang optimal hal itu dikarenakan oleh ketidakseimbangan kemampuan dalam proses belajar. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan kognitif, afektif serta psikomotorik. Kemampuan yang sering terabaikan adalah dalam ranah psikomotorik. Anak-anak khususnya usia sekolah dasar harus tetap bisa aktif dan melakukan kegiatan yang bermanfaat salah satunya adalah kegiatan membuat kerajinan tangan. Sasaran kegiatan ini adalah anak usia sekolah dasar di lingkungan Dusun Pradah Desa Kedungbendo. Terdapat 3 macam tema kegiatan yaitu membuat boneka dari kain flannel, membuat miniatur rumah dari stik es krim dan membuat hiasan dari kertas quiling. Metode pelaksanaannya dilakukan pada minggu ke-2 hingga ke-4 bulan Juni 2020. Langkah pertama dalam kegiatan adalah menyiapkan alat dan bahan serta pemberian contoh cara pembuatan kepada anak-anak kemudian mereka diberi kebebasan untuk berkreasi. Hasil dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah anak-anak mampu menghasilkan karya kerjaninan yang menarik, aktif serta kreatif sebagai perwujudan kemampuan psikomotoriknya.

Kata Kunci : Kerajinan Tangan, Psikomotorik, Anak Sekolah Dasar

 ABSTRACT

The learning process is hampered due to the Covid-19 pandemic which spreads making children have to carry out learning activities at home for a while until things return to normal as usual. But the learning process at home is also not possible to be less optimal because of the imbalance in the ability of the learning process. These abilities include cognitive, affective and psychomotor abilities. The ability that is often overlooked is in the psychomotor domain. Children especially elementary school age must remain active and do useful activities one of which is the activity of making handicrafts. The target of this activity is elementary school age children in the Pradah hamlet of Kedungbendo village. There are 3 kinds of activity themes, namely making dolls from flannel cloth, making miniature houses from ice cream sticks and making ornaments from quiling paper. The method of implementation is carried out in the 2nd to 4th weeks of June 2020. The first step in the activity is to prepare tools and materials and give examples of ways of making them to children and then they are given the freedom to be creative. The results of this activity are that children are able to produce interesting, active and creative work as an expression of their psychomotor abilities.

Keywords: Handicraft, Psychomotor, Elementary School Children

 Pendahuluan

Pendidikan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Manusia dapat memperoleh pengetahuan dalam segala hal melalui suatu kegiatan yang dinamakan dengan proses belajar, dengan belajar maka akan terjadi suatu perubahan meliputi perubahan tingkah laku dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu hal ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Proses belajar terjadi sejak usia dini hingga tidak terbatas waktu termasuk tingkat sekolah dasar.

Selain dalam ranah kognitif serta afektif proses belajar juga menekankan pada ranah psikomotorik dimana kemampuan dari perolehan kognitif dapat dituangkan dengan suatu kegiatan melalui skill yang dimiliki. Hal tersebut senada dengan pernyataan Sudijono, (2013: 58) bahwa ranah Psikomotorik merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.

Menurut Syahrul, dkk (2019: 220) psikomotorik merupakan serangkaian kegiatan yang beriorentasikan  pada  gerak dan menekankan  pada  keterampilan seseorang yang  menunjukkan  tingkat  keahlian seseorang  dalam  suatu tugas tertentu. Sehingga dengan demikian ranah psikomotorik juga mengambil bagian penting dalam proses belajar sehingga perlu dilaksanakan suatu kegiatan-kegiatan dalam belajar.

Proses belajar juga tidak hanya dapat dilakukan dalam lembaga formal saja melainkan dapat juga dilakukan dimanapun termasuk dirumah dengan adanya situasi dan kondisi saat ini yang disebabkan terjadinya wabah virus Covid-19 menjadikan proses belajar di sekolah harus dihentikan sementara dan dilakukan dirumah masing-masing.

Proses belajar dirumah tentu berbeda dengan proses belajar disekolah, anak-anak harus belajar secara mandiri melalui bantuan guru secara daring dan dengan bantuan orangtua namun tidak mustahil juga proses belajar yang dilakukan menjadi kurang maksimal dan ketiga ranah belajar tersebut terutama ranah psikomotorik kurang diperhatikan. Orang tua memiliki kesibukan tersendiri yang mengakibatkan tidak bisa memberikan sebagian waktunya untuk menemani anak belajar sedangkan proses belajar harus tetap berjalan seperti biasanya serta para orang tua hanya menekankan proses belajar dalam ranah kognitif saja. Selanjutnya anak-anak akan lebih memilih untuk bermain daripada harus belajar.

Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut tentu diperlukan solusi agar dapat mengajak anak belajar sekaligus bermain serta dapat melatih kemampuan perkembangan psikomotoriknya. Solusi tersebut bisa dilakukan diantaranya adalah dengan melaksanakan kegiatan membuat prakarya atau kerajinan tangan. Kerajinan tangan merupakan aktivitas berkesenian dalam dunia pendidikan, istilah kerajinan dapat diartikan dengan kecakapan melaksanakan, mengolah, dan menciptakan, benda (Mastiah, 2017: 58).

Kegiatan pembuatan kerajinan tangan ini juga ini memiliki manfaat selain menjadi penyeimbang proses belajar juga dapat dijadikan wadah untuk meningkatkan kreativitas anak. Kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orinalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan (Mansur, 2011: 60).

Sehingga dengan demikian dalam kegiatan membuat kerajinan tangan tersebut dapat menjadikan anak untuk berfikir kreatif menciptakan suatu gagasan yang baru sesuai dengan imajinasinya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan diperoleh bahwa kegiatan belajar anak selama belajar dari rumah kurang maksimal karena ketidakseimbangan dalam proses belajarnya sehingga berdampak pada hasil belajar serta perkembangannya sehingga dengan begitu diperlukan kegiatan tambahan yakni pembuatan kerajinan tangan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas anak dalam berkarya serta mengembangkan kemampuannya dalam ranah psikomotorik.

  

Tujuan Pengabdian 

Tujuan dari pengabdian yaitu penyelenggaraan kegiatan membuat kerajinan tangan yang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan psikomotorik anak usia sekolah dasar. Hal ini dilakukan sebagai penyeimbang proses belajar anak selama melaksanakan kegiatan belajar dirumah sebagai akibat dari merebaknya pandemi Covid-19 sehingga pemerintah menerapkan kebijakan tersebut juga sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 tersebut. Selain itu dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadikan pengalaman belajar anak yang lebih bermakna.

 Merode Pelaksanaan Pengabdian

 Metode pelaksanaan kegiatan pembuatan kerajinan tangan ini melalui beberapa tahap yakni identifikasi subjek yaitu anak usia sekolah dasar kemudian dilaksanakannya kegiatan awal meliputi pengenalan alat dan bahan serta tata cara proses pembuatannya. Perencanaan program kegiatan ini dilaksanakaan beberapa kali pertemuan dengan membagi sesi ditiap minggunya yaitu dua hingga tiga sesi per-minggu.

 Waktu pelaksanaan kegiatan diatur secara fleksibel sesuai dengan permintaan anak-anak dalam memilih waktu luang. Tempat pelaksanaan kegiatan adalah dirumah anak-anak secara bergiliran. Rincian pelaksanaan kegiatan pembuatan kerajinan tangan adalah sebagai berikut:

Tabel 1Rincian Pelaksanaan Kegiatan Membuat Kerajinan Tangan

No

Jadwal

Hari dan Tanggal

Rincian Kegiatan

1

Minggu Ke-2 Bulan Juni

-       Senin 8 Juni 2020

-       Kamis 11 Juni 2020

-       Minggu 14 Juni 2020

Pelaksanaan kegiatan membuat boneka dari kain flanel.

2

Minggu Ke-3 Bulan Juni

-       Rabu 17 Juni 2020

-       Minggu 21 Juni 2020

Pelaksanaan kegiatan membuat miniature rumah dari stik es krim

3

Minggu Ke-4 Bulan Juni

-       Jumat 26 Juni 2020

-       Minggu 28 Juni 2020

Pelaksanaan kegiatan quiling paper

                        

Selanjutnya untuk alat dan bahan telah dipersiapkan, untuk rincian alat serta bahan dalam pembuatan ketiga kerajinan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Tabel 2 Rincian Alat dan Bahan

No

Nama Kegiatan

Alat dan Bahan

1.

Membuat Boneka Dari Kain Flanel

a.       Kain Flanel

b.      Isi Boneka/Dakron

c.       Lem Tembak

d.      Benang Jahit

e.       Jarum Jahit

f.       Gunting

2.

Membuat Miniatur Rumah Dari Stik Es Krim

a.       Stik Es Krim

b.      Lem Kayu

c.       Lem Tembak

d.      Gunting

3.

Membuat Hiasan Paper Quiling

a.       Kertas Quiling

b.      Alat Bantu Menggulung Kertas

c.       Lem Kertas

d.      Kertas Cover

 Adapun proses pembuatannya dari masing-masing kerajinan tersebut adalah sebagai berikut:

 Membuat Boneka Dari Kain Flanel.

Pada kegiatan awal anak-anak mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan boneka. Selanjutnya proses pembuatan dimulai dengan cara menentukan pola boneka. Pola tersebut digambar diatas kain flannel setelah itu pola tersebut digunting. Diperlukan dua pola yang sama setelah itu proses menjahit kedua sisi pola tersebut hingga menyisakan sedikit lubang. Lubang tersebut dipergunakan untuk memasukkan dakron kedalam boneka tersebut setelah itu dijahit kembali hingga tidak berlubang dan boneka sudah selesai dibuat.

Membuat Miniatur Rumah Dari Stik Es Krim.

Pada kegiatan awal anak-anak mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan miniatur rumah. Selanjutnya proses pembuatan dimulai dengan cara menentukan desain rumah yang diinginkan setelah itu susun stik-stik es krim tersebut dengan menggunakan lem kayu maupun lem tembak setelah semua bagian telah tersusun maka tinggal menggabungkannya dan miniatur rumah siap untuk dipajang.

Membuat Hiasan Paper Quiling.

Pada kegiatan awal anak-anak mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan hiasan paper quiling. Selanjutnya proses pembuatan dimulai dengan cara menentukan pola hiasan yang akan dibuat. Setelah itu membuat gulungan-gulungan dari kertas quiling dan lem menggunakan lem kertas kemudian gabungkan beberapa bagian gulungan menjadi pola yang diinginkan. Susun semua bagian tersebut dan lem diatas kertas cover sehingga hiasan sudah siap untuk dipajang.

Kegiatan tersebut terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan perencanaan yang dipersiapkan sebelumnya. Sehingga dengan demikian rangkaian kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan psikomotorik anak yang tidak hanya belajar saja namun bisa dilakukan dengan cara belajar dan bermain. Kemampuan psikomotorik dibagi menjadi dua macam yakni motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar meliputi kegiatan melempar bola, menangkap bola, berlari, berdiri di atas satu kaki, melompat, mengendarai sepeda dan berenang sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan motorik halus adalah seperti menulis, menggambar dan menyulam atau menjahit. Sehingga dalam kegiatan membuat kerajinan tangan ini masuk dalam kategori sebagai kegiatan pengembangan psikomotorik halus.

Kesimpulan

Program kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pengembangan kemampuan psikomotorik anak usia sekolah dasar melalui pembuatan kerajinan tangan telah terlaksana dengan baik. Pelaksanaan kegiatan diadakan di minggu kedua hingga keempat bulan Juni tahun 2020. Kegiatan dilakukan selama beberapa sesi disetiap minggunya yaitu dua hingga tiga sesi dan dilaksanakan di rumah peserta dalam hal ini anak-anak  secara bergiliran sesuai dengan kesepakatan bersama.

Waktu pelaksanaanya juga dilakukan secara fleksibel sesuai dengan kesepakatan anak-anak dalam memilih waktu luang. Hasil dari penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah anak-anak dapat membuat kerjaninan tangan dengan baik dan benar dan aktif dalam berkegiatan. Dalam kegiatan ini juga anak lebih banyak bergerak serta kreatif menyampaikan ide serta gagasan mereka melalui pembuatan kerajinan tersebut.

Daftar Pustaka

Ismet Basuki dan Hariyanto. (2014). Asesmen Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sudijono, Anas. (2013). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Syahrul, dkk. (2019). Pelatihan Pengenalan Tipografi Dalam Meningkatkan Psikomotorik Anak Bagi Siswa Siswi SD Negeri 17 Palembang. Seminar Nasional Pengabdian Pada Masyarakat. https://ejurnal.dipanegara.ac.id/index.php/snpmas/article/view/467 diakses pada tanggal 1 Juli 2020

Mastiah. (2017). Upaya Meningkatkan Keterampilan Kerajinan Tangan Menggunakan Metode Demonstrasi Teknik Kolase. Vol 5 No 1 http://jurnalstkipmelawi. ac.id/index.php/JPD/article/ download/129/203 diakses pada tanggal 1 Juli 2020

Mansur. (2011). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Posting Komentar

0 Komentar